Jika kau memandang laut, maka keindahan yang tak ternilai selalu ada dibenakmu.
tapi dibalik keindahan laut yang biru dengan cahaya yang indah disaat senja itu kadang bisa memakan korban jika terjadi sebuah bencana yang sulit dibayangkan. (sebut saja Tsunami)
Amed Andreanald, Gorontalo
untuk 70 Tahun kemerdekaan Indonesia yang sakit
Itulah gambaran yang sama dan terjadi digenerasi saat ini. budaya selfie, glamor, eksis, gaul dan bahkan hingga menjual nyawa dan darah para pahlawan yang berjuang merebut kemerdekaan Indonesia pada waktu itu.
Ada diantara mereka yang gigih menghargai perjuangan pahlawan, dengan membangun prestasi lewat pendidikan, kreatifitas dan hal-hal yang positif lainnya. Tapi lebih banyak yang justru terombang-ambing oleh hasil kreatifitas dengan canggihnya teknologi elektronik dan majunya 'sandiwara' dunia yang justru melahirkan 'rasa sakit' para pejuang yang tak bangga melihat generasinya yang justru menggunakan 'keringat' mereka dengan hal-hal yang tidak penting untuk membuat perubahan yang dasyat untuk bangsa Indonesia saat ini.
Mungkin karena melihat para 'penguasa' negeri yang menjadikan Indonesia seperti antah berantah, yang penuh dengan 'drama' dibawah meja kebijakan. atau kurangnya perhatian dari orang-orang yang harusnya memberikan pengetahuan positif untuk generasi yang mulai 'sakit' karena perubahan saat ini.
Mulai dari gadget yang saat ini semakin melemahkan pengetahuan yang cerdas menjadi buntu dengan siasat yang nyata salah untuk generasi saat ini.
Harusnya imajinasi, inspirasi, hingga persepsi lebih mendasar pada pengetahuan yang baik dan menjadikan generasi saat ini semakin hebat dan mampu sejajar dengan pemikiran orang-orang yang diluar sana.
Indonesia saat ini terlalu besar digambarkan, sebut saja pemikiran sederhana generasi muda saat ini, yang tak pernah puas dan ingin merangkak lebih jauh, tanpa melihat problema yang akan menimpa dirinya sendiri, yang justru menjadikan bangsa kita semakin sakit dengan budi pekerti yang masih dibawah standar.
Politik yang menguras iman, ekonomi yang menguras sifat baik menjadi buruk, mimpi yang menguras kecerdasan menjadi tolol dan lupa akan ajaran agama yang berharap kita lebih mementingkan kepentingan akhirat daripada kepentingan dunia.
"Ibaratnya ; Generasi mulai melahirkan 'aroma' tak sedap (sebut saja Terasi)"
tapi dibalik itu, jika dipadukan dengan kuliner justru akan melahirkan sajian kuliner yang luar biasa sedapnya. Hal positif ini terjadi, jika saja generasi yang dimaksud akan membawa segalanya menjadi indah dengan penuh kreatifitas.
Tulisan ini memang terlalu mengada-ngada, tapi jika dimaknai, mudah-mudahan bisa lebih merubah makna generasi Indonesia menjadi baik.
karena Indonesia butuh orang-orang yang mampu menerjemahkan arti sebuah kemerdekaan bangsa kita, bisa membuat indonesia menjadi sehat, baik pertumbuhan perekonomian, yang lahir dari tangan generasi muda Indonesia, agar tidak terjadi gambaran kata "Generasi Berbau Terasi".
Jayalah Indonesiaku, Jayalah Bangsaku, Jayalah Generasiku.
Saat ini kita tak sadar, bahwa ada ungkapan "Indonesiaku Sayang, Indonesiaku Malang"
Jumat, 31 Juli 2015
Senin, 27 Oktober 2014
Lembayung Senja dibalik Marching Band
Suara Adzan terdengar, saat itu waktu menunjukkan pukul 15.30 Wita.
dari kejauhan para pelatih Marching Band memberikan kesempatan kepada para cadets (nama keren anak marching,red) untuk istrahat sejenak untuk Sholat Ashar.
![]() |
| Marching Band Spensa Limboto & Awak #GTLO Media |
Satu persatu keringan para cadets bercucuran, mata mereka setengah tertutup, karena didepan mereka terpancar sinar matahari sore yang tidak mengurungkan semangat mereka untuk 'memetik' harmonisasi suara yang begitu indah didengar.
Beberapa bunyi memang agak fals, tapi berkat para pelatih yang profesional, mereka memberikan isyarat sehingga suara semakin indah dan merdu. Dan formasi display mereka semakin mengguggah hati, seakan mereka adalah pemenang diwaktu itu.
Lembayung senja memancarkan cahaya yang indah, ditambah marching band yang menggugah suasana, dan inilah keabadian 'dunia' yang saya petik saat itu.
Memang tak bisa dipungkiri, mereka masih anak SMP, yang manja, polos, dan kadang nakal dan susah diatur. Tapi dibalik itu, mereka punya jiwa petarung, semangat mereka melebihi semangat para pemuda saat merumuskan SUMPAH PEMUDA 28 Oktober 1928 silam (Sepertinya sih).
Mereka adalah Marching Band Spensa Limboto (MBSL) yang memulai dari Nol tentang marchingband, tapi hanya dalam waktu sebulan saja, mereka berlatih dengan giat dan serius, untuk tampil di Losari Open Turnament 2014 di Makasar nanti.
Perlahan tapi pasti, latihan mereka dimulai dari pukul 08.30 Wita atau jam setengah sembilan hingga 21.00 Wita atau jam sembilan malam. Memang waktu mereka cukup padat, dan istrahat mereka pas-pasan, tapi yang membanggakan adalah, mereka tidak pernah mengeluh, dan justru ingin bersama tanpa harus kembali kerumah dan latihan selama 24 jam. Tapi Rules yang dipaparkan oleh para pelatih justru membentuk karakter mereka untuk belajar disiplin dengan datang pagi dan pulang tepat waktu. "Biarkan Rules yang mengatur kita, bukan oranglain atau siapapun yang mengatur kita, ' Kata Septian Bakari Ketua Pelatih MBSL saat itu.
SEMAKIN SORE
Iya memang selama ini banyak orang-orang sekitar yang ingin menyaksikan semangat mereka itu, bahkan ada yang usil menertawakan wajah mereka yang murung saat latihan. Tapi tak sedikitpun menurunkan niat para cadets MBSL untuk turun stamina dalam latihan karena down dengan sekitarnya. Karena mereka sudah terlatih untuk tetap bersemangat.
Mereka adalah Inspirasi saya, mereka adalah petarung, dan mereka adalah MBSL.
Semua ada pada mereka, dan saya ada karena mereka, dan mereka adalah saudara yang lebih dekat dari keluarga, lebih dekat dari segalanya, hingga saya akan selalu ingin bersama mereka untuk meraih mimpi mereka.
We Are The One......We Are Marching Band
We Are The Winner...... We Are The Champion
*Metal Kacili Bro !!!
Selasa, 19 Maret 2013
Kebersamaan didalam Filsafat Cinta
![]() |
| FILM (Fixie Limboto) |
Senyum Untuk Ibadah
Tebarkan senyuman kpd org yg kamu sayangi, maka dr senyuman itu,dia akan sadar betapa terkesan makna saling menghargai #MotivasiCinta
Twitter @amed_andreanald
Pagi Bersama Cinta
![]() |
| Car Free Day at Taman Menara Limboto |
Twitter @amed_andreanald
Hidupmu Tetap Tenang
Merasa tenang, dg cinta yg dipendam, tak ada yg mengajarkanku utk semangat dlm berfikir indah #MotivasiCinta
Twitter @amed_andreanald
Kamis, 05 Juli 2012
Akan Datang Sebuah kisah Indah
![]() |
| foto : google.com |
@amed_andreanald
Langganan:
Postingan (Atom)
Kisah Nyata Fajar Sadboy
Awal Bulan Oktober Tahun 2021 Saya menulis lagu untuk mantri Oro dengan single "Kepalsuan" (Terpulepe), saat itu lagu itu Viral d...
-
Lokasi : Kota Tinutuan Manado "Jika hari ini kamu gagal dalam melakukan sesuatu, maka hari esok adalah kesempatan untuk melahirka...
-
"Ketika Suara tak mampu menyadarkan orang, maka doa adalah bagian yang penting dalam memberikan motivasi, tapi dibalik semua itu...
-
"Ketika orang memandang kita tak mampu melakukan hal yang bermanfaat, maka jadikan ini sebuah motivasi dalam melakukan hal yang ba...






