Suara Adzan terdengar, saat itu waktu menunjukkan pukul 15.30 Wita.
dari kejauhan para pelatih Marching Band memberikan kesempatan kepada para cadets (nama keren anak marching,red) untuk istrahat sejenak untuk Sholat Ashar.
![]() |
| Marching Band Spensa Limboto & Awak #GTLO Media |
Satu persatu keringan para cadets bercucuran, mata mereka setengah tertutup, karena didepan mereka terpancar sinar matahari sore yang tidak mengurungkan semangat mereka untuk 'memetik' harmonisasi suara yang begitu indah didengar.
Beberapa bunyi memang agak fals, tapi berkat para pelatih yang profesional, mereka memberikan isyarat sehingga suara semakin indah dan merdu. Dan formasi display mereka semakin mengguggah hati, seakan mereka adalah pemenang diwaktu itu.
Lembayung senja memancarkan cahaya yang indah, ditambah marching band yang menggugah suasana, dan inilah keabadian 'dunia' yang saya petik saat itu.
Memang tak bisa dipungkiri, mereka masih anak SMP, yang manja, polos, dan kadang nakal dan susah diatur. Tapi dibalik itu, mereka punya jiwa petarung, semangat mereka melebihi semangat para pemuda saat merumuskan SUMPAH PEMUDA 28 Oktober 1928 silam (Sepertinya sih).
Mereka adalah Marching Band Spensa Limboto (MBSL) yang memulai dari Nol tentang marchingband, tapi hanya dalam waktu sebulan saja, mereka berlatih dengan giat dan serius, untuk tampil di Losari Open Turnament 2014 di Makasar nanti.
Perlahan tapi pasti, latihan mereka dimulai dari pukul 08.30 Wita atau jam setengah sembilan hingga 21.00 Wita atau jam sembilan malam. Memang waktu mereka cukup padat, dan istrahat mereka pas-pasan, tapi yang membanggakan adalah, mereka tidak pernah mengeluh, dan justru ingin bersama tanpa harus kembali kerumah dan latihan selama 24 jam. Tapi Rules yang dipaparkan oleh para pelatih justru membentuk karakter mereka untuk belajar disiplin dengan datang pagi dan pulang tepat waktu. "Biarkan Rules yang mengatur kita, bukan oranglain atau siapapun yang mengatur kita, ' Kata Septian Bakari Ketua Pelatih MBSL saat itu.
SEMAKIN SORE
Iya memang selama ini banyak orang-orang sekitar yang ingin menyaksikan semangat mereka itu, bahkan ada yang usil menertawakan wajah mereka yang murung saat latihan. Tapi tak sedikitpun menurunkan niat para cadets MBSL untuk turun stamina dalam latihan karena down dengan sekitarnya. Karena mereka sudah terlatih untuk tetap bersemangat.
Mereka adalah Inspirasi saya, mereka adalah petarung, dan mereka adalah MBSL.
Semua ada pada mereka, dan saya ada karena mereka, dan mereka adalah saudara yang lebih dekat dari keluarga, lebih dekat dari segalanya, hingga saya akan selalu ingin bersama mereka untuk meraih mimpi mereka.
We Are The One......We Are Marching Band
We Are The Winner...... We Are The Champion
*Metal Kacili Bro !!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar