Seperti seorang kakek yang tua renta berjalan dan diperjalanannya yang tiada arah tiba-tiba bertemu dengan seorang anak muda yang termenung dan mencucurkan air mata. Pada Saat itu, sang kakek keheranan dan bertanya,
"Kenapa kamu wahai anak muda, di usiamu yang hebat seperti ini bersedih,"tanya Kakek itu.
"Aku lagi terluka karena cinta, makanya aku merasa tak ada gunanya hidup dalam keadaan seperti ini,"jawab anak muda itu.
"Ouuuhh, kau adalah orang yang beruntung, karena kamu masih bisa mencari yang bisa menjawab cintamu dengan indah, tapi jika kamu sudah tua renta seperti aku, maka kamu pantaslah untuk menagisinya,"ungkap kakek itu sambil tertawa.
"Kenapa kakek tertawa dan berkata seperti itu ? apakah kakek pernah merasakan pahitnya cinta ?"tanya si pemuda itu.
"Iya, aku dulu seperti kamu, karena aku memandang bahwa aku akan menjadi seseorag yang paling hebat dalam cinta, aku bisa menjamah semua wanita, aku bisa merangkai kata untuk mendapatkan wanita manapun, tetapi aku menyesal karena selama aku muda tak pernah memberikan cinta sejati dan memberikan keindahan yang terbaik buat kekasihku, hingga aku di tinggal hingga tua renta dan tak bisa berbuat apa-apa, "jawab Kakek sambil meninggalkan anak muda itu.
"Begitulah cinta, ketika kita tidak memaksimalkannya dengan baik, dan memberikan hal indah serta tidak merangkainya menjadi sebuah perjalanan cinta yang terbaik maka akan berakhir dengan sebuah penyesalan yang terpahit pula.
Sehingga itu dalam Cinta, kita harus selalu mencari yang benar-benar merasa memiliki kita dari kekurangan kita, bahkan kitapun sebaliknya yang tidak pernah mempermainkan rasa cinta hingga batas usia yang sulit kita ulangi lagi"
(@amed_andreanald)
#Super Motivasi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar